Monday, March 30, 2015

Misteri Aliran Air Yang Macet




Dua minggu lalu, pada hari sabtu-minggu, saya membuat saluran air dengan pipa paralon 1/2 inch sepanjang 7 pipa. Hari sabtu berikutnya dilanjutkan 4 pipa lagi untuk instalasi di kamar mandi dan di wash bak. Layout kasarnya seperti di gambar berikut :


Aliran air lancar seperti diharapkan


Alir pun mengalir deras tanpa masalah. Tapi pada minggu pagi air berhenti mengalir. Minggu siang saya gali lagi 3 pipa terdepan, hasilnya oke, air mengalir tanpa hambatan. Yang 3 pipa lagi berikutnya terlalu dalam untuk digali. Bak air pun penuh, tapi kok tidak mengalir yah ??? Ada benda asing masuk hingga menyumbat? Kalau ada penyumbat maka kemungkinan penyumbatnya nyangkut di stop kran yang berada pada ketinggian h1 pada pipa pertama setelah pipa ke 7 yang menurun. Senin sore sepulang kerja saya langsung memotong pipa ke 8 (yg ada stop krannya). Setelah dipotong (dibedah), awalnya air mengalir tersendat-sendat lewat lobang bedah itu. Tapi tak lama kemudian air mengalir deras. Pipa saya sambung lagi dan air mengalir deras di kran dalam rumah. Oh benda asingnya sudah hilang terbuang, pikir saya. Tapi air kembali mati pada selasa siang. Kembali sepulang kantor, saya bedah lagi pipa ke 8. Sambungan baru yang dibuat senen, saya buka (untung tidak saya lem). Kembali air mengalir tersendat-sendat terus mengalir deras. Apa sih penyebabnya?Ternyata benda asing yang menyumbat itu adalah udara! Loh kok bisa?

Penyebab aliran air mati

Pada saat permukaan bak air naik-turun pada ketinggian pipa maka udara masuk ke pipa. Oh yah jumlah pipa dari titik bedah hingga keran bukan empat tapi 5. Dan level air berhenti mengalir adalah pada pertengahan pipa no 7. Artinya jika pipa no 7 hanya terisi setengah maka air tidak mengalir pada kran dalam rumah. Jadi volume m1 adalah 5 + 1 (pipa no 8) + 1/2 (pipa no 7) = 6,5 pipa. Asumsikan energi potensial pada pipa akhir ini adalah E1 = m1*g*h1 ( * artinya tanda kali). Mestinya sih pakai integral yah buat menghitung energi potensial pada pipa2 berdiri (baik tegak maupun 45 derajat miring). Sementara Energi potensial pada pipa awal yaitu 6 pipa pertama dari bak + 1/2 pipa no 7 adalah E2 = m2*g*h2. Dengan h2 = 2*h1 = 2 h maka

E1 = m1*g*h

E2 = m2*g*2h

Jelas pada keadaan seluruh pipa terisi penuh air maka m2 = m1 dan E2 = 2*E1, maka tak masalah air pun mengalir deras ke kran dengan energi kinetik 0.5*m*v*v = E1. Pada saat udara masuk, katakanlah 50% yang masuk adalah udara dan 50% adalah air. Maka m2` = 1/2 m2 = 1/2 m1, sehingga E2` = 1/2 E2 = E1. Yah pantas air berhenti mengalir ! Solusinya adalah membuang udara pada pipa awal atau membuang air pada pipa akhir. Proses bedah pada pipa 8 ternyata sebenarnya membuang udara pada pipa awal dan membuang sebagian air pada pipa 8 (sebagian m1). Jadi menaikan m2 dan menurunkan m1. Solusi lain adalah memasang pompa dangkal untuk mengosongkan m1 dan udara pada m2. Saat ini yang dilakukan adalah membuat lubang buang pada pipa 8.




Solusi lobang buang

Sebenarnya cukup dibuka saja sambungan pipanya tapi rupanya istri saya kesulitan untuk melakukannya, jadi saya buatkan lubang buang dengan menggunakan T drat.




Lubang buang T drat





Asli ndeso banget hahahahaha




Seluruh pipa 7 dan sebagian besar pipa 8 kini ter-urug brangkal setinggi 1 m, susah digali kembali.




Lubang buang pada pipa 8

Weleh ternyata bikin saluran air tertutup benar-benar harus memperhitungkan hukum kekekalan energi. Kebayang masyarakat(atau malah PDAM juga) yang memasang saluran pipa/selang berpuluh2 hingga beratus-ratus meter yah. Solusi totalnya yah ujung pipa/selang dipasang pada dasar bak jika memungkinkan dan tentunya bak tidak boleh kering yang menyebabkan udara masuk.

15 comments:

  1. Tulisan yang sangat bagus- sangat bermafaat karena pada kehidupan sehari-hari sering dihadapkan pada situasi yang sama

    ReplyDelete
  2. Ma'af mas... numpang tanya? Seminggu yang lalu saya menemukan sumber air tanah yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah, tapi cuma 4 hari airnya mengalir deras, sekarang aliran derasnya cuma sampai 400 meter, di situ ada lokasi sedikit naik lalu dataran, setelahnya tidak mengalir, kira kira apa ya kendalanya. Terima kasih...

    ReplyDelete
  3. yah karena debet berkurang, air tidak deras lagi sehingga tidak bisa naik lagi. Bisa karena sumbernya sekarang kurang semburannya, atau ada yang membuat cabang aliran.

    ReplyDelete
  4. Kalau sumbernya makin besar mas dan dari sumber sampai rumah pipanya los tidak ada cabang atau T, itu awalnya seratus meter dari sumber air sambungan pipanya lepas .. Naah begitu sudah di sambung lagi gitu jadinya..
    Gitu apa karena kemasukan udara di pipanya ya mas...

    ReplyDelete
  5. Klau sumbernya makin besar mas.. dan dari sumbernya sampai rumah itu los tidak ada T atau cabang,, itu terjadi setelah pipa yang dari sumbernya sekitar 100 meter lepas , begitu di sambung lagi seperti itu jadinya?

    ReplyDelete
  6. ooh bisa jadi kemasukan udara/angin. Yah ujung 500 m lepas dulu dari beban, atau lepas pipa sebelum nanjak. Biarkan air mengalir membuang udara. Baru sambungin. Jadi ujung dilepas, coba lepas-sambung tiap pipa dari sumber sampai ke yg 500 m.

    ReplyDelete
  7. Mas Admin, kejadiannya sama persis seperti yg terjadi di rumah saya sekarang.
    Namun instalasi dirumah saya air menggunakan jet pump dari air tanah naik ke toren/tandon air. Pertanyaan nyaa di tiap-tiap keran rumah saya tidak mengalir air. jika sambungan pipa dari mesin ke arah toren/tandon air di lepas air kran langsung keluar, 1 minggu kemudian kejadian lagi air tidak keluar. untuk pemasangan T lubang buang angin nya di letakan dimana ? dan agar tidak kejadian terulang ada bagaimana solusi nyaa? Mohon pencerahan nyaa.. terimakasih.

    ReplyDelete
  8. Lubang buang angin di pipa terendah sebelum pipa berikutnya nanjak/naik.

    ReplyDelete
  9. agar tidak terulang terjadi lagi, pastikan toren tidak pernah kering agar tidak kemasukan udara. Paling gampang yah pasang T buang dengan keran untuk buang udara tiap kemasukan udara.

    ReplyDelete
  10. Kalau instalalasi di perumahan sudah terpasang dan terjadi hal tsb, air toren gede besar tapi ke tiap kran kecil itu bagaimana solusinya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. pasang ulang jaringan pipanya, atur supaya tidak ada lekukan di bawah

      Delete
  11. artikelnya bagus dan sangat bermanfaat. dirumah saya juga seperti itu, udara menyumbat aliran air. saya sekedar memberi masukan saja, untuk solusi alternatifnya pipa keluaran dekat kran diberikan pompa booster, agar air tetap mengalir kencang dan udara didalam pipa juga ikut keluar. kekurangannya harus menggunakan jumlah listrik lebih banyak. minimal 60 watt untuk pompa boosternya. mungkin bapak-bapak ada yang punya solusi yang lebih baik, monggo saran baiknya, terima kasih.

    ReplyDelete
  12. Terima kasih,artikel sangat bagus.Solusi yang pernah saya lakukan adalah pasang kran pada titik terendah instalasi pipa.Bila dibutuhkan kran pada posisi lebih tinggi,kran pada titik terendah dibiarkan terpasang,sehingga bila terjadi udara terjebak dalam pipa,kran titik terendah tadi dijadikan sarana pembuangan udara.

    ReplyDelete
  13. Angin palsu ini terjadi juga pada sistem hidrolik. Seperti rem mobil. Angin kan flyida yang kompresibel atau bisa dimampatkan. Akibatnya tekanan air dari reservoir hanya akan menekan udara di dalam pipa. Akibatnya tekanan air tadi tidak sampai ke ujung pipa.

    ReplyDelete